Minggu, 02 Juli 2017

CARA MENCARI MARGIN KONTRIBUSI

Margin Kontribusi adalah konsep akuntansi biaya yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan profitabilitas produk individu. Menghitung untuk margin kontribusi membantu dalam mengukur kegagalan atau keberhasilan lini produk perusahaan dengan mencocokkan profitabilitas satu baris dengan yang lain. Dengan sistem ini, Anda akan dapat menentukan produk apa yang anda perlu menambahkan atau menghapus dari lini produk untuk meningkatkan pendapatan. Pilihan mengurangi biaya variabel dan meningkatkan harga jual juga tersedia bagi para manajer dalam meningkatkan margin kontribusi.
            Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung total penjualan produk. total penjualan adalah total kotor semua item yang dijual. Anda bisa mendapatkan angka ini oleh laporan penjualan baik dari penjualan mendaftar atau mengakses program penjualan komputer. Ingat bahwa total tidak termasuk biaya tetap. Tetap terkunci-biaya yang tidak langsung berhubungan dengan penjualan dan tidak dalam bidang margin kontribusi. Dikurangi biaya variabel. Dengan angka total penjualan, sekarang perlu untuk mengurangi biaya variabel. Variabel mencerminkan pengeluaran untuk memproduksi dan menjual produk seperti produksi, pengemasan, biaya tenaga kerja, komisi penjualan, pengiriman, pemasaran langsung dan sejenisnya. Apa pun yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk berada di bawah lingkup biaya variabel.
            Kontribusi perbandingan margin. ” Setelah memiliki margin kontribusi total produk individual pada baris produk, perlu untuk membandingkan antara semua produk. Setelah mengumpulkan data, sekarang akan dapat membuat keputusan pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Anda dapat mengubah harga produk tertentu atau bahkan menghapus produk tertentu dari lini produk Anda.Dijadwalkan analisis. Untuk bisnis ritel, praktek komputerisasi untuk margin kontribusi harus merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara teratur. Anda dapat melakukan prosedur ini bulanan, kuartalan, atau semi-tahunan. Kebanyakan bisnis melakukan perhitungan dan perbandingan margin kontribusi secara bulanan untuk membantu mereka melacak kinerja produk mereka lebih akurat. Perhitungan untuk margin kontribusi adalah sebuah proses menentukan kelangsungan produk Anda.

            Kontribusi margin merupakan analisis biaya-volume-laba bagian dari manajemen akuntansi terhadap margin keuntungan dalam penjualan per unit dan berguna dalam melaksanakan berbagai perhitungan ataut digunakan sebagai ukuran kepengaruhan operasional.
Margin Kontribusi (Total Contribution Margin (TCM)) adalah Total Pendapatan atau Penjualan (Total Revenue(TR atau Sales) tanpa ikutan Total Biaya Variabel {Total Variable Cost(TVC)):
\text{TCM} = \text{TR} - \text{TVC}
Unit Margin Kontribusi {Unit Contribution Margin (C)) adalah Satuan Pendapatan (Unit Revenue (Price, P)) tanpa ikutan Satuan Biaya Variabel (Unit Variable Cost (V)):
\text{C} = \text{P} - \text{V}
Ratio Margin Kontribusi (Contribution Margin Ratio) adalah persentase Kontribusi atas Pendapatan Total (Total Revenue), yang mana dapat dihitung dari kontribusi satuan terhadap harga satuan atau jumlah kontribusi terhadap jumlah Pendapatan:
\frac{\text{C}}{\text{P}}=\frac{\text{P}-\text{V}}{\text{P}}=\frac{\text{Unit Contribution Margin}}{\text{Price}}=\frac{\text{Total Contribution Margin}}{\text{Total Revenue}}
Berikut saya akan memberikan salah satu metode mudah untuk mencari Break Even Point suatu penjualan. dalam metode yang akan saya jelaskan ini, saya menggunakan metode Margin Kontribusi.


2. BAGAIMANA CARA MENGHITUNG HARGA POKOK VARIABEL?
Variable Costing Merupakan suatu metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi variabel saja. Dikenal juga dengan istilah : direct costing
     Harga Pokok Produksi :
     Biaya bahan baku                                              Rp.  xxx.xxx
     Biaya tenaga kerja langsung                              Rp.  xxx.xxx
     Biaya overhead pabrik variabel                          Rp.  xxx.xxx
     Harga Pokok Produk                                          Rp.  xxx.xxx
Dengan menggunakan Metode Variable Costing,
1.      Biaya Overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period costs dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga biaya overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
2.      Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku dijual, BOP tetap tidak melekat pada persediaan tersebut tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya.
3.      Penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat jika dengan penundaan   tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama periode yang akan datang.
       Laporan Laba-Rugi ( Metode Variable Costing )
       Hasil penjualan                                                             Rp   500.000
       Dikurangi Biaya-biaya Variabel :
       Biaya produksi variabel                    Rp   150.000
       Biaya pemasaran variabel                 Rp     50.000
       Biaya adm. & umum variabel           Rp     30.000
                                                                                              Rp   230.000
       Laba kontribusi                                                                                          Rp.  270.000
       Dikurangi Biaya Tetap :
       Biaya produksi tetap                            Rp     100.000
       Biaya pemasaran tetap                         Rp       25.000
       Biaya Adm & umum tetap                   Rp       20.000
                                                                                                   Rp 145.000
       Laba Bersih Usaha                                                                                     Rp   125.000

3, PENGERTIAN MARGIN KONTRIBUSI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERHITUNGAN BIAYA?
                Margin kontribusi menurut Garrison, dkk (2006:324) adalah “jumlah yang tersisa dari pendapatan dikurangi beban variabel”. Margin kontribusi merupakan jumlah yang tersisa untuk menutup biaya tetap dan memberikan keuntungan. Margin kontribusi juga dapat disajikan dalam bentuk persentase. Hansen & Mowen (2005:280) menyatakan bahwa rasio margin kontribusi (contribution margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.
                Margin kontribusi (contribution margin) yang dikenal juga dengan sebutan pendapatan marjinal, merupakan kelebihan jumlah penjualan terhadap seluruh biaya variabel (yaitu : biaya produksi, penjualan dan administrasi). Karena besar manfaatnya sebagai suatu sarana perencanaan laba (profit planning device), maka margin kontribusi mempunyai arti yang penting dalam perhitungan laba-rugi dengan metode biaya langsung (direct costing income statement)

4. PERBEDAAN HARGA POKOK VARIABEL DAN HARGA POKOK PENUH (FULL COSTING)?
                Variabel costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variable ke dalam harga pokok produksi. Manfaat data perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode variabel costing (HPV) adalah :
1.      Menigkatkan estimasi tingkat profitabilitas produk, konsumen, dan segmen bisnis lain.
2.      Laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Dengan asumsi hal-hal lain tetap (harga jual, biaya,bauran benjualan dan sebagainya) laba akan searah dengan penjualan.
3.      Dengan menggunakan Variabel costing, biaya produksi per unit tidak mengandung biaya tetap.
4.      Laba bersih berdasarkan variabel costing lebih dekat dengan aliran kas bersih. Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan yang mengalami masalah aliran kas.
Perbedaan perhitungan Laba Bersih yang Menggunakan Metode HPV dengan Harga Pokok Penuh dengan metode perhitungan hargapokok penuh, jika persediaan meningkat maka beberapa biaya produksi tetap dalam periode berjalan tidak tampak dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari harga pokok penjualan. Biaya-biaya ini akan ditangguhkan ke periode berikutnya dan akan dimasukkan ke akun persediaan dalam neraca. Penangguhan biaya ini dikenal sebagai overhead pabrik ditangguhkan ke persediaan.
1.      Dengan metode perhitungan harga pokok variable, seluruh biaya overhead tetap diperlakukan sebagai beban periode berjalan.
2.      Persediaan akhir dalam metode perhitungan harga pokok variable lebih rendah dibanding perhitungan harga pokok penuh. Dalam perhitungan HPV, hanya biaya produksi variable yang dibebankan ke unit produk.
3.      Laporan laba rugi perhitungan harga pokok penuh tidak membedakan antara biaya tetap dan biaya variable. sehingga, metode ini tidak cocok untuk perhitungan biaya volume-laba yang penting untuk perencanaan dan pengendalian yang baik.
4.      Pendekatan perhitungan HPV untuk menentukan biya produksi per unit sesuai dengan pendekatan kontribusi karena kedua konsep tersebut mengklasifikasi biaya berdasarkan perilakunya.
      Pada dasarnya, perbedaan antar metode perhitungan harga pokok penuh dan Harga Pokok Variabel terletak pada waktu (timing) Pendukung metode HPV menyatakan bahwa biaya produksi tetap harus dibebankan secara total, sedangkan pendukung perhitukan metode harga pokok penuh menyatakan bahwa biaya produksi tetap harus dibebankan pada pendapatan sesuai jumlah unit yang terjual.
Berdasarkan hasil perhitungan analisa laba jika menggunakan metode variable costing dan full costing dihasilkan :
·      Jika jumlah produksi = jumlah penjualan
Hasil yang diperoleh adalah jumlah laba oleh kedua metode sama besar
·      Jika jumlah produksi < jumlah penjualan
Hasil yang diperoleh adalah jumlah laba oleh metode variable costing lebih besar dari laba yang dihasilkan oleh metode full costing.
·      Jika jumlah produksi > jumlah penjualan
Hasil yang diperoleh adalah jumlah laba oleh metode variable costing lebih kecil dari laba yang dihasilkan oleh metode full costing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar